RSS
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan

The Miracle Worker

Informasi Film The Miracle Worker (1962)
Directed by : Arthur Penn
Produced by : Fred Coe
Written by : William Gibson, Starring, Anne Bancroft, Patty Duke
Music by : Laurence Rosenthal
Cinematography : Ernesto Caparrós
Editing by : Aram Avakian
Distributed by : United Artists
Release date(s) : July 28, 1962
Running time : 106 minutes
Country : United States
Language : English
Budget : $500,000
Sinopsis Film The Miracle Worker (1962) - Hellen Keller adalah seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun yang menderita tuna netra, tuna rungu dan tuna wicara. Hellen Keller merupakan anak dari pasangan Arthur Keller dan Catie Keller, ia juga mempunyai kakak tiri bernama James dan seorang adik bayi. Keterbatasan yang dimiliki Hellen tersebut membuat ayahnya hendak memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Namun ibu dan bibi Hellen tidak menyetujui hal tersebut. Sehingga kemudian bibi Hellen menyarankan agar ayah Hellen mengirimkan surat kepada Dr. Chisolm di Baltimore guna meminta dikirimkan seorang pengasuh sekaligus pengajar untuk Hellen. Surat itupun akhirnya sampai pada Dr. Chisolm dan beliau langsung menugaskan Ny. Annie Sullivan untuk menjadi pengasuh sekaligus pengajar Hellen. Ny. Sullivan mempunyai latar belakang yang hampir serupa dengan apa yang dialami Hellen. Sesampainya di kediaman keluarga Keller, Ny. Sullivan langsung mengadakan pendekatan dengan Hellen. Ia sempat dikunci oleh Hellen di dalam kamarnya karena Hellen merasa terganggu akan kehadirannya. Namun, kejadian tersebut tidak menyurutkan niat Ny. Sullivan untuk mengasuh serta mengajar Hellen. Suatu saat ketika keluarga Keller sedang makan bersama, seperti biasanya, Hellen mengambil makanan dari piring-piring anggota keluarganya dengan tangannya kemudian memakannya. Ny. Sullivan tidak mau jika Hellen melakukan hal ini secara terus-menerus. Akhirnya ia meminta agar seluruh anggota keluarga Keller meninggalkannya bersama Hellen di ruang makan. Ny. Sullivan melatih Hellen di dalam ruang makan selama beberapa waktu. Proses pelatihan ini tidak mudah karena Ny.Sullivan memerlukan usaha yang keras dalam melatih Hellen, bahkan proses pelatihan ini menyebabkan keadaan di ruang makan menjadi berantakan. Namun, akhirnya usaha ini sukses dan Hellen pun mampu makan menggunakan piring sendiri bahkan mampu menggunakan sendok serta garpu. Kemajuan ini ternyata tidak memberikan respon positif dari keluarga Keller. Keluarga Keller merasa tidak senang dengan cara Ny.Sullivan melatih Hellen. Keluarga Hellen merasa anaknya kelihatan tertekan. Hal ini membuat mereka berniat untuk memecat Ny. Sullivan. Akan tetapi Ny. Sullivan bersikeras untuk menggasuh dan mengajar Hellen serta memberikan pemahaman kepada keluarga Keller bahwa Hellen sangat membutuhkannya. Selain itu Ny. Sullivan juga menjelaskan bahwa meskipun Hellen mempunyai keterbatasan indera, di lain sisi ia mempunyai kecerdasan yang tinggi. Setelah berdiskusi bersama, akhirrnya keluarga Keller menyetujui niat Ny. Sullivan untuk mengasuh serta mengajar Hellen dengan caranya sendiri. Sekarang Ny. Sullivan meminta agar ia dan Hellen ditempatkan di rumah yang terpisah dari keluarga Hellen. Sebuah gudang yang letaknya masih berdekatan dengan lokasi rumah Hellen akhirnya dijadikan tempat tinggal sementara untuk Ny. Sullivan dan Hellen. Sebelum Hellen diajak masuk ke dalam rumah yang akan dijadikan sebagai tempat tinggalnya bersama Ny. Sullivan, ia diajak berkeliling menggunakan kereta selama berjam-jam agar Hellen merasa kalau tempat tersebut berada jauh dari rumahnya. Keluarga Keller memberikan jangka waktu yang terbatas kepada Ny. Sullivan dalam mengasuh dan mengajar Hellen. Pada awalnya Hellen sempat merasa takut dan terganggu. Namun akhirnya Ny. Sullivan berhasil mendekati dan bahkan kini ia menjadi akrab dengan Hellen. Ia mengajarkan Hellen tentang kata-kata benda yang ada di sekitarnya dengan menggunakan sandi tangan.
Dengan cepat Hellen mampu menggunakan sandi tangan yang diajarkan oleh Ny. Sullivan, akan tetapi Hellen belum bisa menanamkan konsep tentang makna dari kata tersebut sampai pada hari terakhir untuk waktu yang diberikan oleh keluarga Keller. Kemudian Ny. Sullivan meminta tambahan waktu kepada keluarga Keller dalam mengasuh serta mengajari Hellen. Keluarga Keller enggan memberikan tambahan waktu tersebut.
Karena berakhirnya waktu yang diberikan kepada Ny. Sullivan, Hellenpun kembali dibawa pulang ke rumah oleh keluarga Keller. Hingga tiba waktu makan bersama keluarga Keller, Hellen kembali makan dengan cara yang biasa ia gunakan sebelumnya yaitu memakan makanan dari piring-piring anggota keluarga yang makan. Hal ini membuat Ny. Sullivan kembali bersikeras untuk meminta waktu tambahan dalam mengajar Hellen agar apa yang telah diajarkannya kepada Hellen tidak hilang begitu saja. Di lain pihak keluarga Keller tetap tidak mau memberikan waktu tambahan untuk Ny. Sullivan. Akhirnya Ny. Sullivan membawa Hellen keluar rumah dan menuju sumur pompa yang terletak di depan rumah keluarga Keller.
Meskipun awalnya keluarga Keller tidak merelakan, namun akhirnya keluarga tersebut merelakannya. Selang beberapa waktu, dengan sumur pompa dan air tersebut akhirnya Hellen mampu memahami apa yang selama ini diajarkan oleh Ny. Sullivan kepadanya. Kata pertama yang dipahami hellen adalah “water”, dan diikuti dengan kata-kata yang lainnya karena Hellen meminta Ny. Sullivan untuk mengajarkannya kembali tentang apa yang belum ia pahami. Kemudian Hellenpun tumbuh menjadi dewasa serta mampu menjadi seorang penngacara terkenal meskipun ia mempunyai banyak kerterbatasan, dan Ny. Sullivan tetap menjadi seorang guru yang menemaninya.
Read more »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Top Secret




Film The Billionaire yang berjudul Top Secret ini diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Saat film ini beredar, Ittipat berusia 26 tahun. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu game online saat dia berusia 16 tahun?
Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain game online. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main game online. Saat ia berusia 17 tahun, ia berhenti sekolah dan menjadi penjaja kacang, dibantu oleh pamannya yang sudah separuh baya. Usahanya tidak begitu lancar, ada saja masalah yang menghampiri usaha anak muda tersebut. Orangtuanya pun khawatir dengan masa depan anak bungsunya tersebut.
Saat ia berusia 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta baht. Papa dan mamanya memutuskan untuk meninggalkan Thailand, tetapi Ittipat meminta untuk tetap tinggal. 
***
Saat berusia 19 tahun, Ittipat berhasil menciptakan camilan rumput laut goreng "Tao Kae Noi" (Pengusaha Muda) yang saat ini dijual di 3.000 cabang 7-Eleven (mini market) di Thailand. Tapi tidak semudah itu ia mencapai kesuksesan! Ia menghabiskan beratus-ratus ribu baht untuk menciptakan cemilan ini, hingga suatu hari pamannya terjatuh dan masuk RS, dan dari musibah itulah, ia mendapat titik cerah untuk menciptakan camilan rumput laut goreng.
 
Awalnya ia menjual produknya di counter di pusat perbelanjaan. Lalu ia mencoba untuk menawarkan produknya ke 7-Eleven. Kunjungan demi kunjungan ia ditolak karena kemasan, harga, dan lain sebagainya. Dengan tekad yang pantang menyerah, ia mengubah desain kemasan dengan bantuan seorang designer. Ia dengan semangat kembali ke 7-Eleven, tetapi penantiannya tidak mendapat respon. Lalu, ia memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. 

Di saat ia merasa ingin putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Tetapi, ia harus mempunyai sebuah pabrik. Selama ini ia menggoreng rumput lautnya hanya di sebuah dapur kecil bersama Pamannya. Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik agar ia bisa lolos kualifikasi. 

Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Setelah 2 tahun, ia berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah yang selama ini mereka tinggali bersama kedua orangtuanya. 

Kisah nyata yang sungguh memberikan inspirasi kepada saya pribadi, dan semoga juga memberikan inspirasi kepada semua pembaca. Perjalanan dia menuju sebuah kesuksesan penuh dengan masalah hinggal ia terjatuh berkali-kali, mengalami musibah bertubi-tubi, hingga ia harus berpisah dengan orangtuanya. Semua yang dialami, tidaklah mudah untuk dilewati. Tetapi, disaat ia berhasil melewati itu semua, ia menuai hasil dari kerja kerasnya, bahkan berlipat-lipat ganda. Luar biasa! 

Kesan Pertama melihat film ini


Read more »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Long Visit




Release Date: 22 April 2010
Asal: Korea Selatan
Genre: Drama
Direktur: Yup Sung Yoo
Dibintangi: Kim Hae Sook, Jin Hee Park, Jin Yeong Jo, Saeng Mu Lee, Jung Young Ki, Ha Min Kim, Sun Choi Young, Baek Jin Ki
Resensi
Cerita diawali ketika Ji Suk (Park Jin Hee) ingin mengunjungi ibunya (Kim Hae Sook)  yang diantar suami dan anaknya. Lalu dikereta Jusuk kemudian melihat keluarga yang memiliki anak. Dia kemudian menerawang ketika dia masih kecil. Inilah kisah perjalanan Jisuk bersama ibunya.
Ketika Jisuk kecil, dia sangat lancart membaca, hingga ketika di bus ayahnya dia selalu disuruh menjadi seorang turist guide. Setelah pulang ke  rumah, melewati tepian jalan dengan hamparan sawah, Jisuk disambut ibunya dengan riang gembira. Hubungan keluarga Jisuk kurang baik, ia lebih dekat dengan Ibunya.
Jisuk remaja sangat pintar. Sering Jisuk mengantar Ibunya pergi belanja. Dan disana Jisuk sering mendapati ibunya membeli makanan dengan menawar barang lebih murah. Jisuk mulai tidak tahan ketika ayah dan ibunya sering bertengkar hanya karna masalah makanan. Ia sering menangis dan mengasingkan diri untuk bertemu sahabatnya Mijeong. Ia kadang berjanji ketika besar ingin segera kuliah di Seoul dan hidup bebas, dia juga tidak ingin menikah kalau ternyata menikah hanya menyakitkan hati.
Jisuk kini sudah dewasa, suatu malam ia mendapati ibu dan ayahnya seding bertengkar. Karna ia geram, ia menyuruh  ayahnya membunuh ibunya langsung bukan membunuh sedikit demi sedikit. Di sebuah gazebo, Jisuk menyuruh ibunya meninggalkan ayahnya dan pergi ke Seoul tapi ibunya tidak ingin pergi. Ia seperti ini karna ingin melindungi Jisuk, ia menyatakan bahwa hidupnya hanya ingin membuat Jisuk bahagia.
Jisuk akhirnya mendapatkan beasiswa ke Seoul. Ini kali pertama Jisuk meninggalkan keluarganya. Diperjalanan, Jisuk membaca surat dari ibunya, ia baru sadar ternyata uang yang disisikan ibunya telah dipersiapkan untuk Jisuk.
Disana, akhirnya ia jatuh cinta dengan seorang pria selama hari universitasnya. Karna perbedaan latar belakang, orangtua pria tidak setuju menikahkan anaknya. Ibunya bekerja sebagai orang tengah untuk memastikan putrinya bisa menikah manusia mimpinya, meskipun keluarga laki-laki awalnya menentang pernikahan mereka.
Setelah Ji Suk menikah dan menjadi seorang ibu sendiri, ibunya masih memperlakukan dia seperti bayi. Beberapa tahun kemudian ayahnya meninggal, Jisuk tidak ingat seberapa ia memiliki pengalaman bahagia dengan ayahnya dan seberapa dia menyayangi ayahnya.
Suatu hari Jisuk membuat kunjungan mendadak ke ibunya dan membawanya ke perjalanan untuk menonton musim gugur. Ibunya curiga karna jisuk datang berkunjung terlalu lama, ia berfikir Jisuk bertengkar dengan suaminya Junsu. Namun ketika ibunya menelepon Junsu, ia memberitahu dengan frustasi bahwa sebenarnya Jisuk sedang mengidap penyakit kanker pankreas stadium akhir.
Junsu menagis begitupun Ibu Jisuk. Ia tidak menyadari anaknya mengalami penderitaan begitu berat. Saat malam terakhir kunjungan, Ibu Jisuk menagis, ia berjanji akan melindungi Jisuk, ia meyakinkan Jisuk bahwa tidak akan ada yang memisahkan mereka dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Di akhir kunjungan, Jisuk akhirnya meninggal. Ibunya merasa hidupnya telah berakhir. Namun ia menyakinkan Jisuk bahwa ia akan menjadi ibunya lagi kelak di kehidupan selanjutnya. Ia hanya ingin Jisuk menunggu sedikit lebih lama. Karna Ibunya hidup hanya untuknya.
Kesanku setelah melihat film ini
Kesan pertama melihat film ini aku sangat teringat kepada ibuku...
Aku sangat terharu hingga tak dapat menampung air mata..
aku teringat betapa sayangnya ibu dan ayah kepadaku meskipun aku tidak tau..
Read more »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Taare Zameen Par


Judul Film: Taare Zameen Par  (Stars on Earth)
Genre: Drama Edukasi
Sutradara: Aamir Khan
Produser: Aamir Khan (Aamir KhanProduction)
Negara: India (Film terbaik tahun 2008)
                                                 Pemeran: Ishaan Nandkishore Awasthi, Ram Shankar Nikumbh, Nandkishore Awasthi.

Samudera ilmu itu berawal dari membaca. Membaca dari hal yang ingin kita ketahui dan menulis apa saja yang kita inginkan. Semuanya tanpa berarti tanpa pengorbanan seorang guru yang tak kenal lelah mengajarkan anak didiknya sampai bisa. Setiap anak memiliki tahapan proses yang berbeda dalam menyerap ilmu yang diperoleh. Mereka memiliki imajinasi dan kemampuan intelegensia yang berbeda. Hal ini digambarkan oleh film “Taare Zameen Par”, film klasik tahun 2008 yang tak pernah bosan saya simak. Jika saya bosan mengajar, maka saya tonton film ini sekali lagi. Adakah metode mengajar yang menyenangkan? Sang guru yang bernama Nikumbh (Aamir Khan) mencontohkannya.

Film yang beradu dengan gaya animasi ini menceritakan kemampuan spesial anak yang bernama Ishaan. Sang orang tua tidak menyadari bahwa putra keduanya itu menderita disleksia, sebuah kesulitan dalam membaca, menulis dan menghitung. Ishaan pun tak menyukai sekolah karena setiap pelajaran dirasakan sulit baginya dan ia terus-menerus gagal dalam menempuh ujian. Hal ini sangat kontras dengan kondisi kakaknya yang selalu berlangganan ranking pertama di kelas. Sang orang tua yang belum memahami kondisi putranya disadarkan oleh Nikumbh, guru seni Ishaan di asrama.


Sang guru menyadari kondisi Ishaan karena dulunya ia pun mengalami gejala disleksia. Padahal, sebenarnya seseorang yang mengalami disleksia memiliki kemampuan intelegensia yang tinggi. Jika tak diasah dengan kesabaran dan keterampilan dalam mendidik, maka sang anak akan terus terjerat dalam ketidaktahuan dalam membaca dan menulis. Liat saja contoh profil tokoh yang mengalami disleksia; Albert Einsten, Leonardo da Vinci, Pablo Picasso, Muhammad Ali, Walt Disney, Thomas Alfa Edison, etc. Nikumbh menyadarkan kemampuan Ihsaan yang luar biasa. Ia mecontohkan tokoh-tokoh dunia yang mengalami disleksia sehingga melejitkan semangat Ishaan dalam belajar. Ia mampu mengajak anak didiknya itu memahami dan menyeberangi lautan ilmu dengan proses yang menyenangkan.


Sekali lagi, Aamir Khan berhasil membuat mata saya basah atas film edukasinya yang luar biasa. Setelah 3 idiots, lalu Taare Zameen Par yang membuat semangat saya berkobar dalam belajar dan mengajar. Film ini juga menyadarkan saya tentang ketangguhan seseorang dalam memahami ketidaksempurnaan namun mampu membangkitkan potensi yang dimiliki dengan cara sempurna. Yaa. Setiap anak adalah spesial. Tak patut jika orang tua memaksakan anaknya jika ia tak mampu menguasai sebuah ilmu. Ajari mereka dengan sebuah ketulusan dan kemandirian dalam melangkah, serta biarkan mereka menguasai ilmunya dengan proses yang menyenangkan... :”) Selain itu, saya ingin menyimpulkan bahwa film Bollywood ternyata tidak selalu identik dengan kisah percintaan klasik semata, tapi juga memberikan ruang inspirasi bagi dunia pendidikan..

Ada yang ingin menonton film ini berkali-kali? Segera nikmati energi positif yang terkandung di dalamnya...

Read more »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS